pemrograman pertemuan ke 2

assalamualaikum wr wb ,kali ini saya akan membahas tentang elemen-elemen java dan contoh codingan serta hasilnya  ,ya langsung saja

Tipe Data adalah suatu nilai yang dapat dinyatakan dalam bentuk konstanta atau variabel dan operator. Konstanta menyatakan nilai yang tetap, sedangkan variabel
menyatakan nilai yang dapat berubah-ubah selama eksekusi berlangsung

1.String     
String adalah tipe data untuk teks yang merupakan gabungan huruf, angka, whitespace (spasi), dan berbagai karakter. Fungsi ini digunakan untuk membuat identifier String/teks.
String juga sering disebut sebagai “array of char”
(Identifier : tanda pengenal)

2 Double
Double (bilangan pecahan) adalah tipe data untuk angka, sama seperti int, tapi Double dapat menggunakan koma dan tipe data merupakan 64 bit.

3. Char
char adalah tipe data untuk karakter tunggal, bisa berupa ataupun angka.
Nah, perlu diperhatikan, dalam penamaan identifier, ada aturan sebagai berikut:
1. Identifier boleh berupa gabungan teks, underscore, tanda dollar ($), dan digit
2. Identifier tidak boleh dimulai dengan digit
3. Nama yang tidak bisa dipakai adalah “true”, “false”, dan “null”
4. Panjang teks tidak dibatasi)

5.Int ( integer) adalah tipe data yang terdiri dari angka bulat (tidak mengandung nilai pecahan atau nilai desimal).


Kelompok ini terdiri dari tipe :

          tipe data     ukuran (dalam bit)            rentang   

          Byte                     8                       128 s/d 127

          Short                   16                       32.768 s/d 32.767

          Int                     32                       2.147.438.648 s/d 2.147.438.648

          Long                    64                       9.233.372.036.854.775.808 s/d            

                                                           9.233.372.036.854.775.807

Yang digunakan untuk mepresentasikan data-data yang bertipe bilangan bulat, misal : 0, 9, -9 100 dsb.4. 4.Floating-point
Floating-point adalah Sebuah bilangan yang memiliki nilai pecahan atau bilangan desimal ( angka dibelakang titik ) disebut dengan bilangan floating point, bilangan ini dapat diperoleh dari hasil proses pembagian atau langsung diisikan ke variabelnya. Untuk memasukkan sebuah bilangan floating point ke dalam suatu variabel, gunakan tanda desimal yaitu : titik yang digunakan untuk memberikan suatu nilai agar memiliki nilai bilangan desimal.
Kelompok ini terdiri dari tipe :
          
 
          tipe data     ukuran (dalam bit)                 rentang
          Float                  32                        3.43-038 s/d 3.4e+03
          Double                 64                        1.7e-308 s/d 1.7e+308


Yang digunakan untuk mempresentasikan data-data yang bertipe bilangan riil/pecahan misal :10.990, -90.99, 0.9999 dsb
5. Karakter
Karakter adalah Kelompok ini terdiri dari sebuah tipe yaitu char, yang digunakan mempresentasikan data dalam bentuk karakter alfanumeik dan simbol misal : ‘a’, ‘A’, $, # dsb.
6. Boolean
Boolean (logika) adalah suatu tipe data yang hanya mempunyai dua nilai yaitu True(Benar) atau False(Salah)
Kelompok ini terdiri dari sebuah tipe data yaitu Boolean, yang digunakan untuk mempresentasikan nilai logika benar atau salah.
8.Variabel
Variabel adalah Merupakan unit dasar yang diperlukan untuk menyimpan suatu nilai dengan tipe data tertentu didalam memori komputer.

  1. Operator Aritmatika
    (+) Operator penjumlahan (juga sebagai penyambung string)
    (-) Operator pengurangan
    (*) Operator perkalian
    (/) Operator pembagian
    (%) Operator sisa pembagian
    Operator aritmatika digunakan untuk melakukan operasi matematika, seperti penambahan, pengurangan, pembagian, dan modulo (sisa pembagian). Contoh penggunaan:
    SimbolNama OperatorContoh Penggunaan
    +Penjumlahann=n+1;
    -Pengurangann=n-1;
    *Perkaliann=n*1;
    /Pembagiann=n/1;
    %Sisa Pembagiann=n%1;
    +Peyambung Stringn="saya"+"tidur";
  2. Operator Tunggal
    (+) Operator plus; menyatakan nilai positif (setiap angka tanpa tanda ini akan dianggap sebagai positif)
    (-) Operator minus; menyatakan nilai negatif, dapat pula digunakan untuk  menegatifkan suatu bilangan
    (++) Operator kenaikan; menambah suatu bilangan dengan 1
    (--) Operator penurunan; mengurangkan suatu bilangan dengan 1
    (!)  Operator lawan; membalik nilai suatu boolean
    Operator tunggal hanya membutuhkan satu operan untuk melakukan operasinya. Operator ini tidak dapat digunakan untuk variabel final, karena variabel final berupa konstanta yang tidak dapat diubah-ubah. Beberapa jenis operator tunggal diberikan pada tabel di bawah ini.
    SimbolNama OperatorOperasiContoh
    +PlusMenyatakan nilai positifangka = +1;
    -MinusMenyatakan nilai negatifangka = -1;
    ++KenaikanMenambah suatu bilangan dengan 1angka = ++angka;
    --PenurunanMengurangi suatu bilangan dengan 1angka = --angka;
    !LawanMembalik nilai suatu booleanok = !true
    Operator kenaikan dan penurunan dapat diletakkan di belakang atau di depan suatu variabel. Jika diletakkan di depan (++x atau --x), penambahan/pengurangan dilakukan sebelumnya, sedangkan apabila diletakkan di akhir (x++ atau x--) penambahan/pengurangan dilakukan setelahnya. Walau bagaimanapun pada akhirnya keduanya akan menghasilkan x = x+1 atau x = x-1.Apabila operator ++ diletakkan di akhir (sufix), nilai "y" adalah nilai "x" terdahulu. Java akan memberi nilai "y" dengan nilai "x" sebelum operasi ++ dilakukan. Baru kemudian nilai "x" ditambahkan.
  3. Operator Pembanding, Boolean, dan Kondisi
    Operator kondisi (conditional operator) menghasilkan nilai true atau false tergantung dari variabelnya, dalam hal ini operasinya dilakukan pada dua operand. Operator boolean adalah operator kondisi yang kedua operandnya berupa nilai boolean (true atau false), sedangkan Operator Pembanding membandingkan 2 nilai seperti pada operasi matematika.
    Catatan : Pada objek, seperti String, operasi pembanding akan membandingkan alamat memory tempat objek itu disimpan, bukan membandingkan isinya. Untuk membandingkan isi String, gunakan equals(), equalsIgnoreCase(), dan compareTo() seperti dibahas pada bagian sebelumnya.
    SimbolNama OperatorContoh
    ==Sama denganb=(1==2);
    !=Tidak sama denganb=(1!=2);
    >Lebih besarb=(1>2);
    >=Lebih besar sama denganb=(1>=2);
    <Lebih kecilb=(1<2);
    <=Lebih kecil sama denganb=(1<=2);
    &&Kondisi ANDb=true&&false;
    ||Kondisi ORb=true||false;
    !Kondisi NOTb=!true;
    ?:Bentuk pendek dari "if then else"
  4. Operator Boolean AND
    Operator kondisi AND menghasilkan "true" apabila kedua operandnya bernilai "true". Jika salah satunya atau keduanya "false", operator ini menghasilkan "false". Berikut ini tabel kebenaran operasi AND.
    Op1 atau Exp1Op2 atau Exp2Hasil
    truetruetrue
    truefalsefalse
    falsetruefalse
    falsefalsefalse
    Operator && akan mengevaluasi Op2 (di sebelah kanan) HANYA jika operand 1 bernilai "true". Seperti terlihat dari tabel di atas, apabila Op1 (di sebelah kiri) bernilai "false", hasilnya akan selalu "false" tidak tergantung pada isi dari Op2.
  5. Operator Kondisi OR
    Operator kondisi OR menghasilkan "true" jika salah satu operandnya bernilai "true". Jika keduanya "false", operator ini menghasilkan "false". Berikut ini table kebenaran oeprasi OR.
    Op1 atau Exp1Op2 atau Exp2Hasil
    truetruetrue
    truefalsetrue
    falsetruetrue
    falsefalsefalse
    Operator || akan mengevaluasi Op2 (di sebelah kanan) HANYA jika operand 1 bernilai "false". Seperti terlihat dari tabel di atas, apabila Op1 (di sebelah kiri) bernilai "true", hasilnya akan selalu "true" tidak tergantung pada isi dari Op2.
  6. Operator NOT
    Operator NOT ("!") melakukan operasi boolean NOT pada operand atau ekspresi tunggal. Operator ini mengecek nilai boolean dari suatu operand atau expresi kemudian membalik nilainya (dari true ke false atau false ke true). Berikut ini adalah tabel kebenaran operator NOT.
    Op1Hasil
    TrueFalse
    FalseTrue
  7. Operator Ternary (?:)
    Java memiliki operator berkondisi lain yang disebut ternary "?:", yang pada dasarnya merupakan bentuk pendek dari if-then-else. Secara umum kondisi ? jika_benar : jika_salah  Pada dasarnya operator "?:" akan mengevaluasi "kondisi". Apabila kondisi bernilai "true", operator akan mengembalikan "jika_benar", tetapi apabila "kondisi" bernilai "false", operator akan mengembalika "jika_salah". Misalnya 
    x = (1 > 2) ?10 : 20;
    Dari contoh di atas, "x" akan memiliki nilai 20, karena ekspresi (1 > 2) adalah salah (atau "false").

ini adalah contoh codinganya
dan ini hasilnya




itu adalah salah satu contoh nya ,sekian dan terima kasih mohon maaf bila ada salah boleh email ke admin ,terima kasih


source : pertemuan2,siskomtek.blogspot.com


























Komentar

Postingan populer dari blog ini

pertemuan ke 7 dan 8

pertemuan ke 9

pertemuan ke 6